
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Masyarakat Kabupaten Banjar diminta mewaspadai keberadaan cacing Strongyloides stercoralis yang berukuran sangat kecil dan sulit dideteksi secara kasatmata.
Temuan ini bermula dari pemeriksaan laboratorium RSUD Ratu Zalecha terhadap feses pasien atas permintaan dokter. Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan larva cacing yang kemudian dikonfirmasi bersama bagian Parasitologi Universitas Gadjah Mada atau UGM Yogyakarta menggunakan metode PCR.
Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Yurniah Tanzil, MKes, Sp.PK, Subsp P.I (K), menjelaskan Strongyloides stercoralis berbeda dengan jenis cacing yang umum dikenal masyarakat.

Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Yurniah Tanzil, MKes, Sp.PK, Subsp P.I (K),
“Cacing ini ukurannya sangat kecil, hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Itu pun cukup sulit untuk menemukannya. Karena itu, untuk memastikan diagnosis, kita melakukan konfirmasi menggunakan pemeriksaan PCR,” jelasnya.
Menurutnya, cacing tersebut dapat masuk ke tubuh manusia melalui kulit, terutama bagian kaki, ketika seseorang bersentuhan langsung dengan tanah yang telah terkontaminasi.
“Penularannya melalui tanah. Larvanya bisa masuk melalui pori-pori atau kulit kaki. Ini yang perlu diwaspadai, terutama masyarakat yang bekerja sebagai petani dan sering beraktivitas di tanah tanpa menggunakan alas kaki,” katanya.

Infeksi Strongyloides stercoralis dapat berlangsung secara kronis dan tidak selalu menimbulkan gejala khas.
“Perjalanannya kronis dan sering kali tidak diketahui. Gejalanya juga tidak khas, bisa menyerupai keluhan umum seperti anemia, pusing atau cepat lelah. Karena itu, dokter juga bisa kesulitan mendiagnosis kalau tidak dicurigai sebagai infeksi cacing ini,” ungkapnya.
Penelitian bersama UGM kemudian dilakukan dengan mengambil sekitar 500 sampel masyarakat. Dari penelitian awal, angka temuan disebut mendekati 10 persen dan masih berpotensi lebih tinggi.
Penelitian hingga kini masih terus berlanjut untuk mengetahui tingkat penyebaran sekaligus penanganannya.
Dokter Yurniah berharap penelitian tersebut dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus menjadi bahan bagi pemerintah dalam menentukan langkah pencegahan.
“Dengan adanya penelitian ini, masyarakat diharapkan mengetahui bahwa ada jenis cacing yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata. Untuk diagnosisnya diperlukan pemeriksaan laboratorium yang lebih sensitif dan presisi,” pungkasnya.
Penulis. :Yuanda
Editor. :Gusdur

