BPIP dan Anggota DPR RI H Muhammad Rofiqi Perkuat Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila

Yuanda
24 Agu 2026 11:29
2 menit membaca

Banjarbaru, FENOMENA.ID – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Anggota DPR RI Komisi XIII, H Muhammad Rofiqi, S.H., menggelar kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila. Di Ballroom Hotel Rhodita Banjarbaru, Senin (24/8/2026) Pagi,

Kegiatan ini mengangkat semangat menjadikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Turut hadir juga Dr. Drs. Yakob KM., M.Si. (Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila). Dan wakil ketua DPRD Banjar H Irwan Bora SH MH, Sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, H Muhammad Rofiqi menegaskan pentingnya menggerakkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, semangat yang dibangun dalam Gerakan Kebajikan Pancasila adalah “Pancasila sebagai Nilai, Kebajikan sebagai Gerakan, Masyarakat sebagai Penggerak.”

Ia menjelaskan, Pancasila harus dihadirkan bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai gerakan kebajikan. Sebab, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar mengetahui Pancasila, melainkan bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Pancasila harus dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Rofiqi menekankan, Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, simbol pada lambang negara, materi pendidikan maupun slogan dalam kegiatan seremonial.

Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi pedoman dalam bersikap, nilai dalam mengambil keputusan, landasan dalam memperlakukan sesama, pemersatu di tengah perbedaan serta arah dalam membangun kehidupan bersama.

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan berbangsa bukan hanya berbicara mengenai hak, tetapi juga tanggung jawab terhadap sesama.
Nilai Ketuhanan, kata dia, mengajarkan masyarakat memiliki moral sekaligus menghormati keyakinan orang lain. Nilai Kemanusiaan mendorong setiap orang memperlakukan manusia secara bermartabat.

Sementara Persatuan mengajarkan agar perbedaan tidak dijadikan alasan untuk bermusuhan. Nilai Kerakyatan mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawarah, sedangkan Keadilan Sosial mengajarkan pentingnya memikirkan kesejahteraan bersama, bukan hanya kepentingan diri sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Rofiqi juga menyampaikan peran DPR RI dalam penguatan nilai kebangsaan. Sebagai Anggota DPR RI Komisi XIII, penguatan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran hukum, penghormatan terhadap HAM, kehidupan demokratis, masyarakat yang berkeadaban, ketahanan sosial dan persatuan bangsa serta partisipasi masyarakat dalam kehidupan bernegara.

“DPR RI tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menyerap aspirasi dan membangun kesadaran masyarakat,” katanya.

Ia berharap para relawan Gerakan Kebajikan Pancasila dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat dengan menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam tindakan nyata.
Menurutnya, nilai tanpa tindakan akan menjadi slogan, sementara tindakan tanpa nilai dapat kehilangan arah.

“Karena itu, mari satukan nilai-nilai Pancasila dengan aksi kebajikan. Dari masyarakat, bersama masyarakat, untuk Indonesia,” pungkasnya.
Salam Pancasila.

Penulis.   : Gusdur

Editor.     : Muhammad Apriani

x
x