HUT ke-36 Protectors: Perjalanan Panjang dari Atlet Nasional ke Generasi Penerus, Targetkan Prestasi Internasional

redaksi02
2 Agu 2026 11:38
3 menit membaca

Jakarta, Fenomena.id – Perjalanan panjang 36 tahun mengantarkan Protectors Taekwondo Indonesia (PTI) menjelma menjadi salah satu klub taekwondo yang konsisten mencetak atlet-atlet muda bertalenta di Tanah Air. Berawal dari dojang binaan HASTA (Hadi Sugiatno Taekwondo Association) di Jakarta Barat, klub yang kini bermarkas di Jakarta Barat ini terus menunjukkan eksistensinya dengan melahirkan generasi muda tangguh, berkarakter, dan berjiwa juara, baik di arena pertandingan maupun di bidang nonakademik.

 

Ketua Umum Protectors Taekwondo Indonesia, R. Rendy Gurbada, mengungkapkan bahwa sejumlah atlet binaan klubnya mulai mendapat perhatian dari berbagai klub dan pemerintah daerah untuk diproyeksikan mengikuti program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). “Insyaallah seluruh atlet Protectors Taekwondo Indonesia dapat berprestasi, baik dari sisi nonakademik maupun dari sisi olahraganya,” ujar Rendy dalam acara syukuran dan pemotongan tumpeng memperingati haul ke-36 klub, Sabtu (1/8).

 

Dari Atlet Nasional ke Generasi Penerus

 

Perjalanan Protectors tidak terlepas dari jasa dua mantan atlet nasional, Sabeum Isbi Yadsen dan Sabeum Abdul Rozak, yang menjadi pendiri awal klub. Tongkat estafet kepemimpinan kemudian diteruskan secara penuh oleh almarhum Sabeum Agus Nardi sejak tahun 1991, bersama jajaran pelatih lainnya seperti Sabeum Ali dan Sabeum Rio.

 

Dedikasi almarhum Sabeum Agus Nardi disebut menjadi fondasi utama yang membuat klub mampu bertahan dan berkembang hingga kini. “Penerusnya sudah almarhum, maka kami sebagai anak didik dari Sabeum Agus Nardi berkewajiban untuk meneruskan cita-cita almarhum untuk mencari bibit-bibit para atlet,” tegas Rendy.

 

Peran dan kontribusi atlet binaan Protectors, lanjutnya, sudah terbukti di berbagai tingkatan sekolah, khususnya di sekolah-sekolah negeri dan swasta.

 

200 an Siswa Aktif di Empat Dojang

 

Memasuki tahun ajaran baru, Protectors Taekwondo Indonesia mencatat memiliki sekitar 200 siswa aktif yang tersebar di empat dojang utama: SMAN 94, SMAN 205, SMK Jaksa, dan Kresek. Manajemen klub juga tengah mempersiapkan pembukaan dojang kelima di SMP Setia Gama sebagai upaya mengakomodasi meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga taekwondo.

 

Di balik pertumbuhan tersebut, pihak pengurus mengakui masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan jumlah pelatih. Pesatnya pertambahan kelas membuat kebutuhan tenaga pengajar semakin meningkat. Namun demikian, pengurus terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan rutin serta peningkatan jenjang sabuk para pelatih agar mutu pembinaan tetap terjaga.

 

Pesan untuk Atlet dan Pelatih

 

Menutup acara haul ke-36 yang digelar di unit Kresek, Rendy menyampaikan pesan agar seluruh atlet Protectors terus menjaga semangat, disiplin, dan karakter sebagai bekal meraih prestasi.

 

“Pesan saya untuk para atlet Protectors, selalu rajin berlatih, jujur, rendah hati, dan harus mempunyai tekad untuk menjadi juara,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan seluruh pelatih (sabeum) agar menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Menurutnya, ilmu yang diberikan dengan tulus akan menjadi bekal berharga bagi para atlet, tidak hanya untuk meraih prestasi olahraga, tetapi juga membentuk karakter positif yang bermanfaat sepanjang kehidupan mereka.

 

“Kami berharap perjuangan para pendiri dapat terus kami jaga, dan Taekwondo Protectors bisa semakin berkembang dalam mencetak atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Rendy.

 

Penulis : Fajrin

Editor : Mohammad Apriani

x
x