
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID — Persiapan panjang dijalani atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Selatan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram R4 di Bali.
Sejak pertengahan Maret 2026, para atlet telah menjalani program latihan secara bertahap. Kini, persiapan memasuki tahap akhir atau prakompetisi sebelum bertolak ke Bali untuk berlaga pada 23–28 September 2026.
Ketua FAJI Kalsel, Bandi Chairullah, mengatakan persiapan tidak hanya difokuskan pada kekuatan fisik atlet, tetapi juga teknik dan strategi pertandingan.

“Persiapan sudah kami lakukan sejak pertengahan Maret hingga September ini. Untuk performa atlet, kami sudah melalui persiapan umum, persiapan khusus dan sekarang masuk pada tahap prakompetisi,” kata Bandi, Minggu (13/9/2026).
Hasil penjaringan atlet dilakukan dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Mereka berasal dari Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Banjarbaru.
Dari hasil seleksi tersebut, FAJI Kalsel menurunkan dua tim putra. Satu tim akan berlaga di kategori senior, sementara satu tim lainnya turun pada kelompok umur Under 23 (U-23).

Total terdapat 10 atlet yang diberangkatkan bersama atlet cadangan.
“Total atlet yang kami berangkatkan ada 10 orang dengan cadangan. Mereka memperkuat dua tim yang terdiri dari senior dan Under 23,” jelasnya.
Kejurnas di Bali akan menguji kemampuan atlet melalui empat nomor, yakni Sprint, Head to Head, Slalom dan Down River Race (DRR).
Memasuki masa prakompetisi, FAJI Kalsel mulai mematangkan strategi sekaligus menjaga kondisi fisik atlet agar tetap prima hingga hari pertandingan.
Bandi berharap kerja keras selama hampir enam bulan dapat terbayar dengan hasil maksimal.Ia meminta atlet menjaga fisik, mempertahankan performa dan menerapkan seluruh materi latihan ketika berada di lintasan.

“Harapan kami, atlet bisa menjaga performanya, menjaga fisik dan menerapkan apa yang sudah diberikan dalam materi-materi dasar pelatihan. Semua itu harus dimaksimalkan dengan semangat yang tinggi,” tuturnya.
Bagi FAJI Kalsel, Kejurnas ini juga menjadi bagian dari evaluasi perkembangan atlet sekaligus pembinaan menuju agenda kompetisi berikutnya.
“Dengan semangat yang tinggi, jangan menyerah. Apa yang sudah dilatih selama ini harus dikeluarkan secara maksimal saat bertanding,” pungkas Bandi.
Penulis. : Yuanda
Editor. : Gusdur

