Tangkal Ancaman Peretasan Website, Pemkab Tanbu Latih Aparatur TI

redaksi02
30 Jul 2026 19:23
2 menit membaca

Tanah Bumbu, FENOMENA.ID – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfosp) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Web Defacement.

Kegiatan ini dilaksanakan guna memperkuat kapasitas aparatur serta mengantisipasi ancaman keamanan siber di lingkup pemerintahan daerah.

​Bimtek yang berlangsung selama dua hari pada 29–30 Juli 2026 ini dipusatkan di Ruang Rapat Mahligai Iman, Kantor Bupati Tanah Bumbu.

​Mewakili Bupati Andi Rudi Latif, Asisten Administrasi Umum M. Yamani menekankan bahwa website pemerintah kini bukan sekadar media informasi, melainkan cerminan wajah instansi di ruang digital, sarana pelayanan publik, serta bentuk transparansi akuntabilitas kepada masyarakat.

​Kendati demikian, pesatnya transformasi digital turut dibarengi dengan peningkatan risiko ancaman siber, salah satunya aksi web defacement atau peretasan yang mengubah tampilan halaman situs web tanpa izin.

​”Keamanan siber harus menjadi budaya kerja di setiap perangkat daerah, bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola teknologi informasi, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh aparatur dalam menjaga aset informasi pemerintah dan kepercayaan masyarakat,” tegas M. Yamani, Rabu (29/7/2026).

​Sementara itu, Kepala Diskominfosp Tanah Bumbu, Al Husain Mardani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengasah pemahaman, keterampilan, serta kesiapsiagaan tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dalam mendeteksi dan menanggulangi insiden siber secara profesional.

​Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan tim teknis TI, operator sistem informasi, serta unsur perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu, dengan menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Hafizh.

​Melalui penguatan tata kelola keamanan informasi ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap ketahanan sistem digital pemerintahan semakin kokoh, sehingga pelayanan publik berbasis elektronik dapat berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan.

x
x