Tanamkan Toleransi Sejak Dini, FKUB Banjar Siapkan Lomba Cerdas Cermat Kerukunan Beragama

Yuanda Putra
4 Nov 2026 18:14
2 menit membaca

Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Menanamkan sikap toleransi tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi perlu dibangun sejak usia dini melalui edukasi dan kegiatan nyata. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banjar dalam kepengurusan masa bakti 2026-2030.

Ketua FKUB Kabupaten Banjar H Erfan Maulana mengungkapkan, pihaknya berencana menggelar lomba cerdas cermat kerukunan beragama dengan melibatkan sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar.

Program tersebut diharapkan dapat memperkenalkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati dan hidup berdampingan di tengah keberagaman kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin pemahaman tentang toleransi dan kerukunan beragama sudah dikenal sejak usia muda,” ungkap Erfan.

Menurutnya, pemahaman tentang kerukunan beragama perlu diperkuat untuk mencegah munculnya sikap intoleransi, termasuk penolakan terhadap keberadaan tempat ibadah agama lain akibat kurangnya pemahaman mengenai toleransi.

Selain edukasi di lingkungan sekolah, FKUB Kabupaten Banjar juga menjalankan program Desa Rukun bersama pemerintah daerah dan Kementerian Agama.

Program tersebut telah dilaksanakan di Kelurahan Kertak Hanyar dan direncanakan diperluas ke wilayah lain, termasuk Kecamatan Paramasan yang memiliki masyarakat dengan latar belakang agama beragam.

Erfan menjelaskan, FKUB tidak hanya bertugas menjaga komunikasi antarumat beragama, tetapi juga melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik maupun tindakan kekerasan yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah.

Komitmen memperkuat kerukunan tersebut sejalan dengan pesan Bupati Banjar H Saidi Mansyur saat mengukuhkan Pengurus FKUB Kabupaten Banjar Masa Bakti 2026-2030 di Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal, Kecamatan Karang Intan, Rabu (4/11/2026).

Saidi menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan daerah yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan komunikasi yang baik.

Ia juga meminta FKUB menjadi ruang dialog, konsultasi dan mediasi yang mampu mencegah potensi konflik sebelum berkembang di tengah masyarakat.

Tidak hanya soal toleransi, Saidi turut mendorong FKUB mengembangkan pendekatan ekoteologi atau kepedulian terhadap lingkungan melalui nilai-nilai keagamaan.

Gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui penanaman pohon, rumah ibadah ramah lingkungan, pengurangan sampah plastik hingga kampanye menjaga alam melalui kegiatan keagamaan.

Sebagai simbol komitmen tersebut, sebelum prosesi pengukuhan, Bupati Banjar bersama unsur Forkopimda melaksanakan penanaman pohon.

Kegiatan pengukuhan turut dihadiri Dandim 1006/Banjar, Kapolres Banjar, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Banjar serta jajaran pengurus FKUB yang dikukuhkan.

Melalui program edukasi toleransi, pengembangan Desa Rukun dan gerakan kepedulian lingkungan, FKUB Banjar berharap kehidupan masyarakat yang harmonis dapat terus terjaga dan nilai keberagaman semakin mengakar hingga generasi mendatang.

Penulis.   : Yuanda

Editor.     : Gusdur

x
x