SINERGI BANJAR Diluncurkan, Pemkab Banjar Integrasikan Perencanaan Program Penanggulangan Kemiskinan

Yuanda Putra
4 Nov 2026 18:11
2 menit membaca

Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar mulai memperkuat tata kelola penanggulangan kemiskinan melalui inovasi SINERGI BANJAR (Sistem Terintegrasi Perencanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Banjar).

Inovasi tersebut diluncurkan pada akhir Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026 yang digelar Bapperida Kabupaten Banjar di Aula Kantor Barakat Martapura, Rabu (4/11/2026).

Peluncuran SINERGI BANJAR menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengintegrasikan berbagai informasi yang selama ini menjadi dasar penyusunan dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

Melalui pendekatan tersebut, perencanaan pembangunan manusia diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu sehingga program yang disusun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea saat membuka rakor menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan membutuhkan perencanaan yang matang, didukung data berkualitas serta keterlibatan seluruh sektor.

Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak hanya menyangkut pendapatan, tetapi juga keterbatasan masyarakat dalam mengakses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, perlindungan sosial dan kebutuhan dasar lainnya.

Karena itu, Yudi meminta seluruh perangkat daerah memperkuat integrasi dan sinkronisasi program agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia juga menyoroti penyusunan Rencana Aksi Tahunan (RAT) Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2027 sebagai instrumen penting untuk memastikan setiap program memiliki sasaran dan target yang terukur.

“Saya berharap dokumen RAT 2027 tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi pedoman pelaksanaan program dan kegiatan seluruh perangkat daerah. Setiap rencana aksi harus memiliki sasaran yang jelas, indikator yang terukur, lokus intervensi, perangkat daerah penanggung jawab serta target capaian yang realistis,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Fara Hayani menjelaskan, rakor tersebut tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga sarana mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan

Penyelarasan rencana aksi 2027 diharapkan mampu menghasilkan intervensi yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi penanggulangan kemiskinan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi, sehingga setiap program dan kegiatan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Rakor ini turut dihadiri perwakilan perangkat daerah, lembaga vertikal, dunia usaha melalui program CSR, Baznas, TKPK, para camat dan unsur lintas sektor lainnya.

Dengan diluncurkannya SINERGI BANJAR, Pemkab Banjar mendorong perencanaan program penanggulangan kemiskinan yang semakin terintegrasi. Kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan informasi yang terpadu diharapkan menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi pemerintah lebih terarah kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Penulis.  : Yuanda

Editor.   : Gusdur

x
x