
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID — Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat menyusul perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu tindak lanjut rapat koordinasi Forkopimda yang membahas pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Menurutnya, informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus bersumber dari perkembangan terbaru di lapangan. Dengan begitu, warga dapat memahami kondisi yang sebenarnya dan tidak mudah panik menghadapi kabut asap maupun dampak kekeringan.

“Yang pertama, makanya kami tadi minta dari Kominfo untuk menghimpun seluruh informasi kepada stakeholder yang ada, agar dapat nanti informasi berita-berita ini bisa kita share ke masyarakat,” ujar Yudi.
Ia menambahkan, penyampaian informasi juga diharapkan dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat.
“Agar masyarakat ini lebih tenang dalam menghadapi karhutla ini. Jadi semua sudah terkendalikan melalui koordinasi seluruh stakeholder, TNI, Polri, sampai relawan juga tadi seperti itu,” katanya.
Selain penguatan informasi, pemerintah juga mendorong para camat melalui pemerintah desa dan kelurahan untuk meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran. Tokoh masyarakat turut dilibatkan agar pesan tersebut dapat diterima lebih luas.

Yudi menyoroti pentingnya edukasi terkait pembakaran lahan setelah panen. Ia berharap masyarakat memahami bahwa pembakaran lahan pascapanen dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
“Ini upaya-upaya kita agar masyarakat juga memahami bahwa ada dampak nanti setelah pascapanen kalau memang dibakar. Harapan kita tidak ada lagi pembakaran lahan pascapanen ini,” tegasnya.
Dalam rakor tersebut, perkembangan karhutla juga dilaporkan mulai mengalami penurunan. Pemerintah berharap kondisi tersebut terus membaik seiring perubahan cuaca dan masuknya musim hujan.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam rapat, terdapat sekitar 2.000 hektar lahan yang telah terbakar. Angka tersebut menjadi perhatian dalam upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terus meluas.
Yudi menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat, perusahaan, hingga masyarakat.
Penulis. : Yuanda
Editor. : Gusdur

