
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Perumda Pasar Bauntung Batuah merespons keluhan sopir angkutan travel terkait dugaan tarif parkir di kawasan Cahaya Bumi Selamat (CBS) yang dinilai tidak wajar. Pengelola menegaskan akan melakukan investigasi dan tidak segan menjatuhkan sanksi hingga pemutusan kontrak apabila ditemukan pelanggaran.
Direktur Perumda Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah, mengapresiasi masyarakat dan pengunjung yang menyampaikan masukan terhadap pelayanan di lingkungan pasar. Menurutnya, setiap laporan yang masuk akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola, khususnya di sektor perparkiran.
“Kami berterima kasih kepada para konsumen atau pengunjung yang memberikan perhatian terhadap pelayanan di pasar. Apabila ada pihak di lapangan yang merugikan pengunjung, tentu akan kami tindak,” ujarnya.
Rusdiansyah menjelaskan, langkah yang akan ditempuh meliputi, investigasi, pemberian teguran, hingga evaluasi terhadap pengelola parkir. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, Perumda Pasar siap mengambil tindakan paling tegas berupa pemutusan hubungan kontrak dengan pihak pengelola parkir.
Rusdi juga mengimbau para pengunjung agar memperhatikan tarif parkir resmi yang telah ditetapkan sebelum memasuki kawasan CBS. Menurutnya, informasi mengenai besaran tarif untuk berbagai jenis kendaraan telah tersedia sehingga masyarakat dapat mengetahui biaya yang seharusnya dibayarkan.
Selain itu, pengunjung diminta untuk selalu mengambil karcis saat masuk dan melakukan pembayaran di pintu keluar. Petugas, kata dia, wajib menjelaskan waktu masuk dan keluar kendaraan sesuai sistem yang berlaku. Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat dipersilakan melaporkannya langsung kepada Perumda Pasar Bauntung Batuah.
Rusdiansyah mengungkapkan, kasus serupa sebenarnya pernah terjadi sebelumnya dan telah ditindak melalui pemberian peringatan kepada pemegang kontrak maupun petugas di lapangan. Evaluasi juga sudah dilakukan, namun munculnya kembali laporan masyarakat membuat pihaknya kembali meningkatkan pengawasan.
“Ini menjadi perhatian kami untuk kembali melakukan tindakan terhadap oknum-oknum yang berada di lapangan,” pungkasnya.

