
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar merancang Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026 defisit Rp847.190.452.699,17.
Defisit tersebut kemudian tertutupi melalui penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun 2025 dengan nilai sama.
Bupati Banjar, H Saidi Mansyur menyampaikan rancangan tersebut dalam rapat paripurna penyampaian Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 di gedung DPRD Kabupaten Banjar, Senin (3/8/2026).

Dalam dokumen tersebut berisi target pendapatan daerah Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2,299 triliun.
Pendapatan terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp340,1 miliar, Pendapatan Transfer Rp1,919 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah mencapai Rp39,9 miliar.
Sementara itu, total belanja daerah dalam perencanaan mencapai Rp3,146 triliun. Terdiri atas Belanja Operasi sebesar Rp2,110 triliun, Belanja Modal Rp634,1 miliar, Belanja Tidak Terduga Rp17 miliar, serta Belanja Transfer Rp384,4 miliar.

“Belanja juga sudah sesuai dengan sumber pendanaan dari DAU, DAK, Dana Bagi Hasil (DBH), PAD, serta penyesuaian gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN,” beber Saidi Mansyur.
Dia menjelaskan, angka pendapatan telah memperhitungkan penyesuaian Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dengan pembiayaan netto sebesar Rp847,19 miliar yang bersumber dari Silpa, total Perubahan APBD Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026 direncanakan mencapai Rp3,146 triliun.
Penulis : Yuanda
Editor : Gusdur

