
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Ribuan hektare sawah petani di Kabupaten Banjar hingga kini belum mendapat perlindungan melalui Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Penyebab bukan soal anggaran, melainkan lantaran petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pertanian RI tak kunjung terbit.
Akibatnya, pelaksanaan AUTP tahun 2026 masih “mandek” atau tertahan. Meski, Pemkab Banjar mengaku telah menyiapkan seluruh kebutuhan, termasuk alokasi anggaran dari APBD.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Pemkab Banjar, Gusti Rahmatullah mengatakan, daerah sejatinya siap menjalankan program tersebut.
Namun tanpa pedoman resmi dari pemerintah pusat, AUTP Tahun 2026 belum bisa berjalan.
“Kami masih menunggu pedoman resmi sebagai dasar pelaksanaannya,” beber Gusti Rahmatullah di ruang kerjanya kantor Dinas Pertanian Pemkab Banjar, Jumat (31/7/2026).
Tahun ini, Pemkab Banjar mengusulkan perlindungan AUTP untuk lahan seluas 1.500 hektare.
Dengan premi asuransi sebesar Rp180 ribu per hektare. Skema pembiayaan 80 persen berasal dari APBN dan 20 persen dari APBD kabupaten.
Dinas Pertanian juga mengimbau petani memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman gagal panen, terutama di tengah musim kemarau.
Salah satunya, menggunakan benih unggul berumur genjah, mengoptimalkan pompanisasi dari sumber air yang tersedia, serta menerapkan sistem pembagian air secara bergiliran antar kelompok tani.
Selain itu, melaporkan kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL) apabila menemukan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) agar penanganan bisa lebih cepat.
Sebagai langkah mitigasi, Dinas Pertanian telah mengoptimalkan 219 unit pompa bantuan pemerintah yang tersebar di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, pemerintah daerah kembali mengusulkan 225 unit pompa tambahan kepada Kementerian Pertanian guna memperkuat penanganan kekeringan.
“Kami berharap kelompok tani yang memiliki pompa tetapi belum digunakan karena wilayahnya tidak terdampak kekeringan dapat meminjamkannya kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan,” tutup dia.
Penulis : Yuanda
Editor : Gusdur

