Kisruh Bantuan Banjir, Kadis P3AP2KB Banjar; Tidak Mungkin Semua Masyarakat Kita Layani Terus-menerus!

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Polemik dapur umum di wilayah terdampak banjir mencuat. Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar akhirnya angkat bicara dan menegaskan bahwa bantuan makanan tidak mungkin diberikan kepada seluruh warga tanpa terkecuali. Pemerintah daerah menegaskan prioritas hanya untuk warga paling terdampak dan pengungsi.

‎Pernyataan tegas itu disampaikan langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, saat menjelaskan peran Dinas Sosial pada Rakoor Siaga Bencana dan Penanganan Banjir Selasa (6/1/2026) pagi

Kondisi Dapur Umum Dinas Sosial Di Kecamatan Martapura Timur

‎“Kita ini men-support dapur umum, tapi tidak mungkin semua masyarakat kita layani terus-menerus. Batas kemampuan kita ada,” tegas Erny.

‎Saat ini, dapur umum standar tingkat kecamatan beroperasi di Kecamatan Sungai Tabuk, didukung oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan. Logistik diperkuat oleh Kementerian Sosial RI, menyusul kedatangan Menteri Sosial ke Kabupaten Banjar pada Minggu lalu. Sebelumnya, bantuan juga datang dari Dinsos Provinsi dan logistik Kabupaten Banjar dengan cadangan beras yang diback-up Ketapang.

‎Sementara itu, dapur umum di Martapura Barat didukung oleh Brimob Polda Kalimantan Selatan, dengan suplai logistik diteruskan oleh Pemkab Banjar. Untuk dapur tambahan, BPBD akan menentukan lokasi, sementara logistik dan tenaga memasak akan disiapkan oleh Tagana Dinsos.

Baca Juga :  Dinkes Banjar gelar Fogging setelah Jatuh Korban Meninggal akibat DBD

‎Namun sorotan utama tertuju pada penghentian sementara dapur umum di Martapura Timur, yang memicu pertanyaan di masyarakat. Erny menegaskan, kebijakan tersebut bukan tanpa alasan.

‎“Kenapa dapur Martapura Timur berhenti? Karena yang kita layani bukan hanya Martapura Timur. Bantuan ini bergantian,” ujarnya tegas.

‎Selama lima hari beroperasi, dapur umum Martapura Timur memproduksi 6.000 bungkus nasi per hari, dengan sekitar satu ton beras dimasak setiap hari, lengkap dengan lauk seperti sarden, mi, dan telur. Namun Erny menekankan, dapur umum tidak mungkin melayani seluruh warga tanpa seleksi.

‎“Kita membantu ini tidak bisa ‘sealam-alaman’. Kita prioritaskan yang benar-benar tidak mampu dan terdampak,” katanya.

‎Ia bahkan menyinggung fakta di lapangan bahwa masih ada warga yang tetap beraktivitas ekonomi.

‎“Kita lihat masih ada yang bewarung, masih bisa bekerja. Yang kita bantu itu yang benar-benar tidak bisa bekerja dan tidak punya akses ekonomi,” ujarnya lugas.

Baca Juga :  Pemkab Banjar gelar Musrembang RPJMD 2025-2029

‎Erny juga mengingatkan aparat kecamatan dan desa agar tidak memaksakan distribusi bantuan tanpa mempertimbangkan keterbatasan logistik dan data. Ia mengungkap pengalaman di Sungai Tabuk, di mana bantuan justru menjadi masalah karena disalurkan tanpa kendali.

‎“Bantuan yang seharusnya tidak untuk satu desa saja, kemarin kolaps ke Kemensos karena dibagikan semua. Akhirnya kita yang diserang kepala desa karena ada warga yang kelaparan,” ungkapnya.

‎Menurutnya, tuntutan agar seluruh warga menerima bantuan tidak realistis dan justru memperkeruh keadaan.

‎“Kepala desa menuntut semua masyarakatnya terayomi, tapi data valid belum ada semua. Ini yang jadi persoalan,” tegas Erny.

‎Untuk saat ini, dapur umum Martapura Timur dialihkan ke Kantor Dinas Sosial Unit 2, dengan fokus melayani pengungsi. Produksi tetap berjalan dengan target 6.000 bungkus makanan per hari, khusus bagi warga yang sudah tidak memiliki pilihan lain.

‎“Pengungsi ini prioritas utama. Mereka secara logika sudah tidak bisa apa-apa lagi, makanya harus kita dahulukan,” pungkasnya.

Penulis : Gusdur

Editor : Muhammad Apriani

Berita Terkait

Pemkab Banjar gelar Rakor Siaga Bencana-Penanganan Banjir
Siaga Banjir!, Dinkes Banjar Pastikan Kesiapan Tenaga Kesehatan hingga Obat-obatan
Haul Guru Sekumpul ke-21, RSUD Raza Martapura Buka RS Lapangan di Halaman Al-Zahra
DPUPRP Banjar Akui Masih Ada Kelalaian APD di Proyek Koridor 5
Jelang Natal dan Tahun Baru, DKUMPP Banjar Intensif Awasi 16 SPBU Di Kabupaten Banjar
Pemkab Banjar Gelar Rakor Persiapan Momen 5 Rajab, Kesiapan Dilapangan Sudah 80 Persen.
Dinas PRKPLH Banjar Intensif Perbaikan PJU Jelang Momen 5 Rajab di Sekumpul
Perumda Pasar Bauntung Batuah Optimis Capai Target PAD Tahun 2025

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:34 WITA

Kisruh Bantuan Banjir, Kadis P3AP2KB Banjar; Tidak Mungkin Semua Masyarakat Kita Layani Terus-menerus!

Selasa, 6 Januari 2026 - 10:07 WITA

Pemkab Banjar gelar Rakor Siaga Bencana-Penanganan Banjir

Senin, 5 Januari 2026 - 21:51 WITA

Siaga Banjir!, Dinkes Banjar Pastikan Kesiapan Tenaga Kesehatan hingga Obat-obatan

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:43 WITA

Haul Guru Sekumpul ke-21, RSUD Raza Martapura Buka RS Lapangan di Halaman Al-Zahra

Senin, 8 Desember 2025 - 17:03 WITA

DPUPRP Banjar Akui Masih Ada Kelalaian APD di Proyek Koridor 5

Berita Terbaru

Advertorial Pemkab Tanah Bumbu

Perdana di Tahun 2026, Bupati Andi Rudi Latif Lantik 21 Pejabat Eselon II, III, dan IV

Rabu, 7 Jan 2026 - 19:17 WITA

Advertorial Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Andi Rudi Latif Ikuti Jalan Sehat Bersama Yonif TP 828/BWM

Rabu, 7 Jan 2026 - 19:14 WITA