Protectors Indonesia Borong 37 Medali di Kejurnas Perang Bintang 2026

redaksi02
30 Jun 2026 13:48
3 menit membaca

Jakarta, Fenomena. id – Sorak kemenangan hingga air mata bahagia mewarnai perjuangan para atlet muda Protectors Taekwondo Indonesia dalam ajang Perang Bintang 2 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Stadium Indoor Kelapa Dua.

 

Di tengah persaingan ratusan atlet dari berbagai dojang, klub, instansi, dan daerah di Indonesia, Protectors Indonesia datang bukan sekadar untuk meramaikan kejuaraan. Sebanyak 37 atlet diturunkan untuk bertanding di nomor Kyorugi (tarung) maupun Poomsae (jurus), mulai dari kategori Pemula Pra-Cadet hingga Junior serta Semi-Prestasi Cadet sampai Junior.

 

Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses panjang yang dijalani para atlet. Selama 18 kali pertemuan dalam pemusatan latihan menuju kejuaraan, para atlet ditempa melalui latihan teknik, penguatan fisik, pembentukan mental bertanding, hingga evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

 

Program pembinaan itu dipimpin oleh Pembina klub, R. Hedy Ginanjar bersama Kepala Pemusatan Latihan Kejuaraan, Dwi Arianto, serta didukung para pelatih yang tanpa lelah mendampingi para atlet, yakni Lanjar, Awal, Karin, Susi, Adel, dan Aris.

Kerja keras tersebut berbuah manis.

 

Protectors Indonesia berhasil membawa pulang 17 medali emas, 17 medali perak, dan 3 medali perunggu, sebuah pencapaian yang menempatkan klub ini sebagai salah satu kekuatan yang diperhitungkan dalam kejuaraan nasional tersebut.

Para peraih medali emas yang mengharumkan nama Protectors Indonesia adalah Sidney, Azaliy, Eartha, Vania, Mozza, Balqis, Kalya, Inseuen, Amora, Dafa, Illiza, Wafa, Kiki, Ibnu, Hisyam, Anisa, dan Ayu.

 

Sementara itu, medali perak berhasil dipersembahkan oleh Viola, Sazkia, Widya, Kenan, Bilal, Kenzie, Arkan, Rhaka, Vanesa, Rayyan, Ahza, Raissa, Fathir, Hafiz, A. Rizky, Awan, dan Dean.

 

Adapun medali perunggu diraih oleh Wavi, Muzayyid, dan Virsyah, yang juga menunjukkan semangat juang tinggi hingga akhir pertandingan.

 

Saat ini, Protectors Taekwondo Indonesia mengelola empat unit latihan aktif, yakni Unit Kresek yang berfungsi sebagai pusat administrasi dan sekretariat klub, serta Unit 94, Unit 205, dan Unit Jaksa sebagai pusat pembinaan atlet di berbagai wilayah.

 

Bagi Protectors, keberhasilan ini bukan semata soal jumlah medali, melainkan bukti bahwa pembinaan usia dini yang konsisten mampu melahirkan atlet-atlet bermental juara. Klub pun berharap regenerasi atlet terus berjalan, sehingga lahir lebih banyak talenta muda yang kelak mampu mengibarkan Merah Putih di level yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

 

Bagi para atlet muda Protectors, podium di Perang Bintang 2 mungkin hanyalah satu pemberhentian kecil. Namun dari dojang sederhana tempat mereka berlatih setiap hari, mimpi-mimpi besar tentang masa depan olahraga Indonesia mulai dibangun, satu tendangan dan satu kemenangan pada satu waktu.

 

Sebagai informasi, PROTECTORS TAEKWONDO INDONESIA memiliki 4 unit (Dojang):

 

1. Unit Kresek (untuk Sekretariat)

2. Unit 94

3. Unit 205

4. Unit Jaksa

 

Susunan Pengurus:

 

Ketua Umum.

Sbm. R. Rendy Gurbada (Rendy)

 

Pembina Klub

Sbm. R. Hedy Ginanjar (Hedy)

 

Pemusatan Latihan Kejuaraan

Sbm .Dwi Arianto (Ari)

 

Bulan ini telah mengikuti kejuaaran Perang Bintang 2,

 

Sbm Hedy dan Sbm Ari bersama team Coach Protectors menyiapkan pemusatan pelatihan beberapa bulan terakhir.

 

Untuk team Protectors mengirim Atlet sebanyak 37 atlet kategori Kyorugi dan Poomsae dr berbagai kelas mulai dari Pemula Pra Cadet – Junior dan semi Prestasi Cadet – Junior

 

Penulis : Fajrin

Editor : Mohammad Apriani

 

x
x