
Tanah Bumbu, FENOMENA.ID – Misteri hilangnya Slamet (61), seorang perantau asal Lumajang, Jawa Timur, akhirnya terkuak.
Korban yang dilaporkan tidak bisa dihubungi sejak tiga hari lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan membusuk di area perkebunan pisang dan singkong Gang Sekawan RT 05 Desa Makmur Jaya, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (27/5/2026) siang sekitar pukul 11.00 WITA.
Penemuan jasad pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini bermula dari kecurigaan anak kandung korban, Bagus.
Berdomisili di luar daerah, Bagus cemas lantaran telepon seluler sang ayah mendadak tidak aktif sejak beberapa hari terakhir hingga akhirnya ia meminta bantuan kerabat korban di Satui untuk melakukan pengecekan.
Kasi Humas Polres Tanah Bumbu, Ipda Supriyo Sanyoto, menjelaskan bahwa korban terakhir kali terlihat pada Sabtu (23/5/2026) siang saat berpamitan pergi ke kebun setelah mengambil uang hasil penjualan oli bekas.
Sejak saat itu, korban tidak pernah kembali ke rumah kontrakannya di Gang Family, Desa Barakat Mufakat.
“Kerabat korban bersama warga kemudian berinisiatif melakukan pencarian ke area perkebunan. Saat melakukan penyisiran, mereka mencium aroma tidak sedap yang menyengat hingga akhirnya menemukan korban sudah dalam kondisi terlentang dan membusuk,” ungkap Ipda Supriyo.
Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan di lapangan, kondisi wajah korban dilaporkan telah membengkak kehitaman dan kulit tubuhnya mulai mengelupas, khas kondisi jenazah yang terpapar cuaca di area terbuka dalam waktu lama. Tubuh korban juga ditemukan dalam keadaan mulai dipenuhi belatung akibat pembusukan lanjut.
Kendati demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa berdasarkan hasil visum luar dari tim medis, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal di TKP serta pemeriksaan medis oleh dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan,” tambah Ipda Supriyo.
Saat ini jasad korban telah dievakuasi ke rumah duka di kediaman kerabatnya di Satui untuk persiapan pemakaman, sembari menunggu kedatangan anak kandung korban yang sedang dalam perjalanan.
Pihak keluarga sendiri menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan resmi menandatangani surat penolakan autopsi.

