
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar terus menggenjot penataan kawasan Sekumpul, khususnya di sekitar area makam yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kenyamanan, kelancaran lalu lintas, serta mengurangi genangan air saat hujan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banjar, H Ikhwansyah, mengatakan salah satu fokus utama tahun ini adalah pembenahan drainase di Gang Topik yang kerap dikeluhkan warga.
“Melalui Dinas PUPRP, khususnya bidang Sumber Daya Air (SDA), tahun ini kita lakukan pembenahan drainase di Gang Topik. Anggarannya sekitar Rp400 juta dalam satu tahun anggaran,” ujarnya.

Asisten II Setda Banjar H Ikhwansyah
Ia menjelaskan, saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap akhir perencanaan dan segera berlanjut ke proses pemilihan penyedia melalui bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
“Perencanaannya sudah selesai, tinggal proses pemilihan penyedia. Setelah itu baru masuk tahap pelaksanaan sesuai timeline yang sudah disusun,” jelasnya.
Penataan ini merupakan bagian dari program besar pemerintah daerah dalam menata kawasan Sekumpul yang selama ini telah direncanakan secara bertahap. Ikhwansyah menyebut, sejumlah perubahan mulai terlihat, seperti pelebaran jalan dan peningkatan infrastruktur lainnya.

“Tahun ini juga drainase di kawasan Sekumpul akan dilanjutkan hingga ke pertigaan, kemudian penyambungannya direncanakan pada tahun berikutnya,” katanya.
Selain persoalan drainase, penataan Gang Topik juga menyasar penertiban aktivitas pedagang yang dinilai mengganggu fungsi jalan. Selama ini, kawasan tersebut sering mengalami kemacetan bahkan tidak dapat dilalui kendaraan akibat banyaknya pedagang yang berjualan hingga ke badan jalan.
“Banyak keluhan masyarakat karena saat hujan terjadi genangan, ditambah lagi aktivitas jual beli yang sampai ke badan jalan. Ini yang kita benahi agar fungsi jalan kembali normal,” ungkap Ikhwansyah.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak melarang masyarakat untuk berjualan, namun diharapkan aktivitas tersebut tidak mengganggu fasilitas umum.
“Silakan berjualan, tapi jangan sampai menggunakan badan jalan atau halaman yang mengganggu lalu lintas. Kalau di rumah masing-masing tentu tidak masalah,” tegasnya.
Untuk jangka panjang, Pemkab Banjar juga menyiapkan rencana penataan yang lebih komprehensif, termasuk kemungkinan relokasi pedagang serta pengaturan parkir kendaraan.
Salah satu opsi yang tengah disiapkan adalah memusatkan parkir kendaraan roda empat di kawasan Sekumpul yang lebih luas, guna mengurangi kepadatan di Gang Topik dan sekitarnya.
“Kita juga siapkan tim bersama instansi terkait seperti kepolisian dan dinas perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Ini penting agar saat kawasan dibuka atau ramai, semua sudah siap,” katanya.
Menurut Ikhwansyah, perencanaan penataan ini telah dibahas lintas sektor dan akan terus dimatangkan agar implementasinya berjalan optimal di lapangan.
Pemkab Banjar berharap, dengan penataan yang terintegrasi antara drainase, penertiban pedagang, dan pengaturan lalu lintas, kawasan Sekumpul dapat menjadi lebih tertib, nyaman, serta mendukung aktivitas keagamaan dan ekonomi masyarakat.

