Ribuan Pelari Antusias Ramaikan PLN Electric Run 2026

redaksi02
7 Nov 2026 18:05
4 menit membaca

JAKARTA, FENOMENA.ID – Euforia ajang lari tahunan PLN Electric Run 2026 kian terasa menjelang hadirnya 8 ribu pelari di ICE BSD, Tangerang, pada Minggu (8/11) mendatang. Mengawali antusiasme tersebut, PLN resmi membuka pengambilan paket lomba (_race pack collection_) sejak kemarin, Jumat, 6 November 2026 hingga hari ini, Sabtu, 7 November 2026 di Senayan Park Ground Floor, Jakarta Pusat.

Para peserta _Half Marathon_ 21K, Star Energy Geothermal 10K, dan MCI 5K dapat mendatangi lokasi penukaran mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB dengan menunjukkan bukti pendaftaran resmi dari aplikasi PLN Mobile. Paket perlengkapan lari yang disiapkan mencakup _jersey_, nomor BIB, _tote bag_, serta dukungan produk hidrasi dan nutrisi lengkap dari para sponsor.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyampaikan bahwa PLN Electric Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga untuk mengampanyekan gaya hidup sehat, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan dan membangun semangat positif melalui olahraga. Menurutnya, antusiasme ribuan peserta yang akan berpartisipasi menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat terus meningkat.

“PLN Electric Run merupakan wujud komitmen PLN dalam mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan yang positif. Kami berharap ajang ini dapat memberikan pengalaman berlari yang menyenangkan bagi seluruh peserta, sekaligus menginspirasi semakin banyak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujar Gregorius.

Lebih lanjut, Gregorius mengingatkan bahwa keberhasilan mengikuti perlombaan tidak semata-mata diukur dari kecepatan atau pencapaian waktu terbaik, tetapi juga dari kemampuan setiap peserta menjaga kondisi fisik dan menyelesaikan lomba dengan aman. Karena itu, ia mengimbau seluruh pelari untuk mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing, mengatur ritme berlari, serta tidak memaksakan diri apabila mengalami kendala fisik selama perlombaan.

“Yang terpenting, seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan aman dan menikmati setiap prosesnya hingga mencapai garis finis. Saya berharap para pelari bisa mengukur kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing, tidak memaksakan diri, serta tetap memperhatikan kondisi tubuh selama berlari. Semoga semuanya berjalan lancar dan seluruh peserta dapat _finish strong_,” ucap Gregorius.

Dirinya menambahkan, keseruan perlombaan tahun ini juga semakin istimewa berkat pengakuan resmi World Athletics Road Race Label 2026 yang disematkan pada kategori _Half Marathon_. Standar internasional tersebut memberikan jaminan mutu lintasan yang presisi, steril, dan kompetitif bagi seluruh peserta, mulai dari pelari rekreasional hingga atlet profesional. Kontur rute kawasan BSD yang relatif datar juga sangat ideal untuk memburu rekor waktu pribadi (_personal best_).

“Secara garis besar, seluruh rute untuk kategori MCI 5K, Star Energy Geothermal 10K, dan _Half Marathon_ sudah diukur secara akurat. Jadi, bagi teman-teman _runners_ yang ingin mengejar _personal best_, rutenya sudah dipersiapkan dengan baik. Khusus untuk kategori _Half Marathon_, tahun ini kami sudah mendapatkan label dari World Athletics,” jelas Gregorius.

Selain mengukur elevasi lintasan, lanjut Gregorius, pihak penyelenggara juga memberlakukan batas waktu ketat melalui _Cut-Off Point_ (COP) dan _Cut-Off Time_ (COT) demi keselamatan dan ketertiban seluruh peserta.

“Untuk _cut-off point_ kategori _Half Marathon_, kami menetapkannya di kilometer 12 dengan batas waktu 120 menit. Waktu tersebut dihitung dari sejak pelari terakhir mulai berlari. Sementara itu, untuk _cut-off time_ secara keseluruhan adalah empat jam,” ungkap Gregorius.

Dalam penyelenggaraan kali ini, kenyamanan pelari juga diperkuat dengan penyiagaan fasilitas mitigasi cuaca, mencakup _water station_ di setiap dua kilometer, area pendingin _water mist_, hingga 13 tenda medis satelit di sepanjang jalur.

“Kami mengimbau seluruh peserta dapat mengoptimalkan sarana hidrasi yang tersedia dan segera berkomunikasi dengan tim medis jika mengalami kendala fisik di lintasan,” ujar Gregorius.

Sementara itu, antusiasme juga dirasakan oleh salah satu atlet lari nasional, Rikki Marthin Simbolon, yang siap bersaing dan telah mengasah performanya secara intensif menyongsong PLN Electric Run 2026. Dirinya yakin persaingan ketat akan terjadi pada ajang lari kali ini karena seluruh peserta juga telah mempersiapkan dirinya masing-masing.

“Persiapannya tentu bukan hanya dilakukan oleh saya, tetapi juga seluruh atlet yang ikut meramaikan PLN Electric Run. Saya yakin semuanya sudah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari,” terang Rikki.

Menyadari dinamika iklim lintasan tropis, Rikki pun membagikan tips penting bagi ribuan pelari agar tetap bijak mengendalikan batas stamina saat berlari.

“Untuk teman-teman yang akan mengikuti PLN Electric Run, berlarilah sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selalu semangat dan jangan menyerah sebelum mencapai garis _finish_. Namun, kondisi tubuh tetap harus didengarkan. Bahkan atlet sekalipun selalu menerapkan prinsip _listen to your body_, apalagi bagi pelari rekreasional,” pungkas Rikki.

Sekilas Tentang PLN
_PT PLN (Persero) merupakan BUMN di bidang ketenagalistrikan yang berkomitmen untuk mewujudkan pertumbuhan, keberlanjutan, dan ketahanan energi nasional melalui penyediaan listrik yang andal dan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN juga terus berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membangun masa depan energi yang berkelanjutan di Indonesia._

x
x