Asap Karhutla Mulai Ganggu Kualitas Udara Kabupaten Banjar

Yuanda
19 Agu 2026 15:36
2 menit membaca

Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID  – Kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah mulai membawa dampak terhadap kualitas udara di Kabupaten Banjar.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DPRKPLH Kabupaten Banjar, Muhammad Saupi, mengatakan pihaknya memang belum melakukan pengukuran secara langsung di seluruh titik yang terdampak kebakaran lahan.

Namun, secara kasat mata, kondisi udara di sejumlah kawasan mulai menunjukkan penurunan kualitas.

“Memang saat ini kita belum melakukan pengukuran yang sifatnya spot atau titik-titik. Tetapi kalau secara kasat mata, kualitas udara itu mungkin sudah dengan kategori tidak sehat,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu parameter penting dalam pengukuran kualitas udara adalah PM2,5. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk hingga ke paru-paru dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

“PM2,5 itu partikel udara yang ukurannya sangat kecil, sehingga bisa masuk sampai ke paru-paru. Itu yang paling berbahaya dan akhirnya bisa memicu ISPA maupun gangguan kesehatan lainnya,” jelasnya.

Saupi menambahkan, persoalan asap kebakaran lahan cukup kompleks karena pencemaran udara tidak mengenal batas wilayah administratif.

“Bisa jadi sumber titik pencemarannya bukan di wilayah Kabupaten Banjar. Karena udara ini lintas wilayah dan kita tidak bisa membatasi arah angin bertiup,” katanya.

Sejumlah kawasan seperti Gambut, Kertak Hanyar, Martapura Barat dan Sungai Tabuk menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian karena terdapat aktivitas kebakaran lahan.

Sementara itu, alat pemantau kualitas udara yang berada di lingkungan kantor DPRKPLH Kabupaten Banjar saat ini menunjukkan kondisi kategori sedang.

“Kalau di titik kita, hari ini kondisinya sedang. Tetapi memang ada waktu-waktu tertentu yang kualitasnya tidak bagus, terutama pagi dan sore sampai malam,” ungkapnya.

Masyarakat pun diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang sesuai standar dianjurkan untuk mengurangi paparan partikel udara.

Saupi juga menegaskan pencegahan paling utama adalah tidak melakukan pembakaran lahan.

“Pencegahannya sebenarnya jangan ada pembakaran. Kalau sudah terjadi, otomatis tindak lanjutnya adalah menanggulangi kebakaran tersebut,” pungkasnya.

Penulis.  : Yuanda

Editor.    : Gusdur

x
x