
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banjar Soroti Kondisi memprihatinkan SDN Jawa Laut 1 di Martapura mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar. Insiden guru dan murid yang dikabarkan terperosok akibat lantai sekolah lapuk dinilai sebagai persoalan mendesak yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, H. Anna Rusiana, mengaku mengetahui kondisi sekolah tersebut dari pemberitaan media online dan tayangan televisi lokal
“Kami sangat prihatin melihat kondisi SDN Jawa Laut 1 yang informasinya kami terima dari media online dan televisi lokal. Apalagi sampai terjadi insiden guru dan murid terperosok akibat lantai yang lapuk, ini tentu tidak bisa dianggap sepele,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (30/3/2026) siang.
Menurut politisi Partai Gerindra itu, persoalan infrastruktur sekolah harus dipandang dari sisi keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Terlebih, lokasi sekolah berada di kawasan pusat Kota Martapura yang berdekatan dengan area pemerintahan.
“Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita. Tidak boleh menunggu terlalu lama. Sekolah yang berada di pusat kota dan dekat dengan kawasan pemerintahan seharusnya menjadi prioritas dalam hal perbaikan infrastruktur,” tegasnya.
Anna juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar segera mengambil langkah cepat untuk penanganan darurat agar proses belajar mengajar tetap berjalan aman sambil menunggu revitalisasi menyeluruh.
“Kami di Komisi IV akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan ada langkah cepat, minimal penanganan darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap aman. Untuk jangka panjang, kami akan mendorong agar revitalisasi bisa diprioritaskan pada tahun 2026,” katanya.
Tak hanya itu, DPRD Banjar juga memastikan akan turun langsung meninjau kondisi bangunan sekolah guna melihat situasi riil di lapangan sekaligus mencari solusi terbaik bagi siswa dan tenaga pengajar.
“Kami berencana turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mencari solusi terbaik agar siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman,” tutup Anna.

