Ketua DPRD Banjar Minta Banpres Karhutla Tepat Sasaran

Yuanda
28 Okt 2026 20:45
2 menit membaca

Kabupaten Banjar,FENOMENA.ID – Kabupaten Banjar mendapat alokasi Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp20 miliar untuk mendukung penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Besarnya anggaran tersebut menjadi perhatian Ketua DPRD Kabupaten Banjar, H Agus Maulana, yang meminta penggunaannya diawasi secara ketat.

Bantuan ini merupakan bagian dari total anggaran pemerintah pusat sebesar Rp1,23 triliun untuk penanganan karhutla. Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang mendapat perhatian karena terdampak cukup parah akibat kebakaran lahan.

H Agus Maulana menyambut baik kucuran dana tersebut. Namun, ia mengingatkan agar anggaran yang telah dicairkan tidak sekadar terserap, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan program, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

“Harapan kami, bantuan ini benar-benar digunakan sebagaimana mestinya. Karena anggarannya cukup besar, tentu harus dikawal bersama agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan,” tegas Agus.

Ia menilai, dana tersebut harus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla, terutama di kawasan yang selama ini rawan terbakar.

Penggunaan anggaran, lanjutnya, jangan hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah muncul. Langkah pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan petugas, serta dukungan operasional di lapangan juga perlu menjadi perhatian.

“Jangan sampai anggaran sudah dikucurkan, tetapi dampaknya tidak dirasakan masyarakat. Harus ada hasil yang jelas, baik untuk pencegahan, kesiapsiagaan petugas, maupun penanganan di lapangan,” ujarnya.

Agus juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program yang dibiayai melalui Banpres tersebut. Ia berharap pemerintah daerah bersama lembaga pengawas dapat memastikan seluruh penggunaan dana sesuai aturan.

Partisipasi masyarakat juga dinilai penting untuk ikut mengawasi pelaksanaan program agar manfaat bantuan benar-benar dirasakan oleh daerah yang membutuhkan.

Dengan alokasi Rp20 miliar tersebut, Agus berharap penanganan karhutla di Kabupaten Banjar semakin optimal, risiko kebakaran dapat ditekan, dan penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

“Intinya, bantuan ini harus memberikan manfaat nyata. Kita ingin penanganan karhutla semakin baik, risiko kebakaran bisa ditekan, dan setiap rupiah yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

 

Penulis.  : Yuanda

Editor.    : Gusdur

x
x