
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar gelar Apel Siaga dan mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di halaman Kantor Bupati Banjar, Jumat (12/6/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pendataan ekonomi di Kabupaten Banjar sekaligus memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mendukung penyediaan data ekonomi yang berkualitas.

Kepala BPS Kabupaten Banjar, Roy Suryanto, mengatakan sebanyak 563 petugas sensus telah menyelesaikan pelatihan dan siap diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan di seluruh desa dan kelurahan pada 20 kecamatan di Kabupaten Banjar.
“Sebanyak 563 petugas akan melakukan pendataan secara door to door, baik kepada rumah tangga maupun bangunan usaha,” ujarnya.
Roy menjelaskan, pencanangan dan apel siaga ini menjadi bukti kesiapan daerah dalam melaksanakan salah satu agenda prioritas nasional. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar beserta seluruh pihak yang telah membantu tahapan persiapan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan sensus akan dilakukan secara profesional dan objektif dengan tetap menjamin kerahasiaan data responden sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
“Kami akan melaksanakan sensus ekonomi secara profesional, objektif, serta menjamin kerahasiaan data responden sebagaimana diatur dalam undang-undang,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea yang bertindak sebagai pembina apel mewakili Bupati Banjar menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali oleh BPS untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi ekonomi Indonesia.

Ia menyampaikan, pendataan secara door to door akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Banjar. Hasil sensus nantinya akan memuat informasi mengenai jumlah dan sebaran usaha, karakteristik ekonomi, perkembangan ekonomi digital hingga ekonomi lingkungan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berkualitas. Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, aparat desa dan kelurahan, pelaku usaha, serta masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” katanya.
Yudi menambahkan, data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi landasan penting bagi Pemerintah Kabupaten Banjar dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus karena partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu, para petugas lapangan diminta menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, disiplin, serta menjaga etika saat berinteraksi dengan masyarakat.
“Kepada perangkat daerah, pihak keamanan, dan para pelaku usaha agar memberikan dukungan penuh sesuai kewenangan masing-masing. Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan BPS agar seluruh tahapan sensus berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan sensus ini, diharapkan tersedia data statistik ekonomi yang akurat dan berkualitas untuk mendukung perencanaan pembangunan nasional maupun daerah, termasuk mewujudkan Kabupaten Banjar yang maju, mandiri, dan sejahtera.

