Sidak Bangunan SDN Jawa Laut 1, DPRD Banjar; Memprihatinkan!

Gusdur
4 Apr 2026 23:13
2 menit membaca

Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) Ke SDN Jawa Laut 1 Martapura, Guna melihat langsung kondisi riil bangunan yang sudah lapuk di makan usia, pada Sabtu (4/4/2026) pagi.

Dalam sidak tersebut, rombongan yang dipimpin Ketua Komisi IV Hj. Anna Rusiana bersama anggota Hj. Fitriyah menemukan sejumlah kerusakan yang cukup mengkhawatirkan. Lantai sekolah terlihat sudah lapuk dan bahkan ambles di beberapa titik, hingga sempat menyebabkan insiden yang melibatkan guru dan siswa.

Hj. Anna Rusiana menegaskan, kondisi bangunan sekolah tersebut sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan guru dan siswa. Ia menilai perbaikan parsial tidak lagi cukup untuk mengatasi persoalan yang ada.

“Bangunan ini sudah tua dan secara teknis melampaui batas keselamatan. Tidak bisa lagi dilakukan tambal sulam, harus direvitalisasi total,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti lokasi sekolah yang berada di kawasan perkotaan dan dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Banjar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi bagi wajah pendidikan di daerah.

“Ini berada di tengah kota, dekat pusat pemerintahan. Kalau di sini saja kondisinya seperti ini, bagaimana dengan sekolah di daerah terpencil? Ini harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar berencana memanggil Dinas Pendidikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Langkah ini dilakukan untuk meminta data lengkap terkait kondisi sekolah rusak di wilayah tersebut, baik kategori rusak berat, sedang, maupun yang terdampak banjir.

“Kami memerlukan data konkret untuk menentukan skala prioritas anggaran. Selama ini data tersebut belum kami terima,” katanya.

Anna juga menyinggung banyaknya bangunan sekolah berstatus Inpres yang dibangun sejak era Presiden Soeharto dan kini dinilai telah melewati usia teknis.

“Bangunan Inpres umumnya sudah sangat tua. Perlu perhatian serius, khususnya yang berada di wilayah perkotaan,” tambahnya.

Meski perbaikan SDN Jawa Laut 1 diketahui masuk dalam rencana program tahun 2027, DPRD memastikan akan mengawal agar proyek tersebut dapat diprioritaskan lebih cepat melalui anggaran 2026.

 

“Kami akan kawal dalam pembahasan anggaran agar bisa diprioritaskan lebih awal. Ini menyangkut keselamatan anak-anak dan kualitas pendidikan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala SDN Jawa Laut 1, Andrianci, berharap pemerintah dapat segera merealisasikan perbaikan tanpa harus menunggu tahun 2027.

“Kami berharap bisa direalisasikan di tahun 2026 agar proses belajar mengajar lebih aman dan nyaman,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, saat ini jumlah siswa di SDN Jawa Laut 1 hanya sekitar 40 orang dari kelas 1 hingga kelas 6. Menurutnya, minimnya jumlah peserta didik juga dipengaruhi kondisi fisik sekolah yang kurang layak.

“Jika bangunan dan fasilitas memadai, kami yakin minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sini akan meningkat,” tutupnya.

x
x