
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memperkuat pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dengan mendorong setiap perangkat daerah mengintegrasikan perspektif gender dalam perencanaan hingga penganggaran pembangunan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, menegaskan PUG bukan sekadar program pemberdayaan perempuan, melainkan strategi pembangunan untuk memastikan laki-laki dan perempuan memperoleh kesempatan, akses, partisipasi, serta manfaat yang adil dan setara.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Focal Point Pengarusutamaan Gender di Aula Baiman Bapperida Kabupaten Banjar.
Menurut Yudi, keberhasilan PUG bergantung pada kemampuan perangkat daerah menerjemahkan kebijakan menjadi program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, Focal Point PUG memiliki peran strategis sebagai penggerak sekaligus penghubung pelaksanaan PUG di masing-masing perangkat daerah. Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memastikan perspektif gender menjadi bagian dari penyusunan kebijakan dan penganggaran.

“Saya berharap Focal Point dapat menjadi motor penguatan PUG di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Yudi juga menekankan pentingnya penggunaan data terpilah berdasarkan jenis kelamin untuk mengidentifikasi kesenjangan gender. Data tersebut menjadi dasar agar kebijakan dan program pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.
“Perencanaan pembangunan harus didasarkan pada kondisi dan kebutuhan masyarakat yang nyata, sehingga intervensi pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami, mengatakan bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas Focal Point dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, pemantauan, dan evaluasi pembangunan.
Menurutnya, keterlibatan kepala subbagian perencanaan dalam kegiatan ini menjadi penting karena mereka berperan dalam penyusunan program di masing-masing perangkat daerah.
Bimtek diikuti 50 peserta dengan menghadirkan narasumber dari Inspektorat dan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diharapkan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah sekaligus mendorong pembangunan Kabupaten Banjar yang lebih inklusif, adil, dan berkesetaraan.
Penulis. : Yuanda
Editor. : Gusdur

