Cetak Rekor 5 Tahun Terakhir, Pertumbuhan Ekonomi Tanah Bumbu Tembus 5,52 Persen di 2026

redaksi02
9 Apr 2026 16:09
2 menit membaca

Tanah Bumbu, FENOMENA.ID – Kabupaten Tanah Bumbu mencatatkan capaian ekonomi gemilang tepat di usianya yang ke-23 tahun.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Tanah Bumbu yang digelar Senin (6)4/2026), Pemerintah Kabupaten melaporkan bahwa angka pertumbuhan ekonomi daerah berhasil menyentuh 5,52 persen, yang merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir sejak 2021.

Sekretaris Daerah Yulian Herawati, saat membacakan paparan Bupati Andi Rudi Latif, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi akselerasi pembangunan yang tertuang dalam RKPD 2026.

Angka 5,52 persen di tahun 2025 ini menunjukkan tren positif yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 4,23 persen pada 2021, 5,45 persen pada 2022, serta fluktuasi di angka 4,8 persen pada periode 2023 hingga 2024.

“Di usia memasuki 23 tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus berupaya mengerahkan segenap sumber daya dan potensi yang ada untuk mewujudkan Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan demi mewujudkan visi dan misi pembangunan hingga 2029 mendatang,” ujar Yulian Herawati di hadapan anggota legislatif.

Selain lonjakan ekonomi, kinerja daerah secara keseluruhan tercatat berada pada level sangat berhasil dengan raihan 81,20 persen.

Indikator kualitas hidup manusia atau IPM juga menunjukkan tren menggembirakan di angka 75,09, yang masuk dalam kategori tinggi.

Hal ini dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan yang kini berada di posisi 3,13 persen serta terkendalinya sektor keamanan dan ketertiban hingga 100 persen.

Sektor ketahanan pangan turut memberikan kontribusi nyata dengan produksi padi gabah kering giling yang mencapai 58.749 ton dan produksi beras sebesar 34.760 ton.

Dari sisi kemandirian desa, Tanah Bumbu kini tercatat memiliki 110 desa berstatus mandiri dan 33 desa maju, tanpa ada lagi desa dengan status tertinggal.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi akselerasi pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat Bumi Bersujud.

x
x