Bukan Sekadar Wacana: Perjuangan Mandiri Muhammad Piki Zul Syarifudin, Filantropis Lintas Kabupaten Lampung yang Bergerak Nyata Tanpa Proposal Pengajuan Bantuan

redaksi02
23 Sep 2026 10:29
4 menit membaca

PESAWARAN, Fenomena.id – 22 September 2026 Di tengah maraknya gerakan sosial yang bergantung pada sokongan dana eksternal, Provinsi Lampung melahirkan figur muda inspiratif yang mendobrak batasan tersebut.

 

Muhammad Piki Zul Syarifudin, atau yang dikenal luas dengan nama pena Muhammad Syarifudin Al Tumaritis membuktikan bahwa kemandirian mutlak dan ketulusan bergerak mampu melahirkan kemaslahatan masif lintas negara hingga ke mancanegara, murni dari hasil perjuangan sendiri tanpa pernah mengajukan proposal bantuan ke pihak mana pun.

 

Atas konsistensi dan integritasnya dalam menggerakkan aksi sosial yang berdampak nyata di tengah masyarakat, beliau telah dianugerahi Anugerah Figur Profesional Inspiratif dari Yayasan Citra Profesi Indonesia sebanyak beberapa kali. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas dedikasinya yang luas dalam menjembatani kebutuhan sosial kemasyarakatan.

 

Satu hal yang paling membedakan pergerakan kemanusiaan Muhammad Piki Zul Syarifudin adalah prinsip kerelawanan yang mandiri. Beliau tidak pernah mengajukan proposal pengajuan bantuan atau proposal pendanaan apa pun, baik kepada instansi kepemerintahan, lembaga sosial, maupun lembaga donor eksternal lainnya.

 

Seluruh operasional gerakan kemanusiaan, mulai dari pembangunan infrastruktur vital seperti jembatan desa secara gotong-royong, program bedah rumah bagi warga miskin, hingga bantuan biaya pengobatan rumah sakit darurat lintas kabupaten di Lampung, lahir dari jerih payah keringat sendiri dan swadaya murni yang dikelola secara transparan.

 

Melalui badan hukum yang didirikannya, Yayasan Tumaritis Garda Persaudaraan, serta posisinya sebagai Ketua Umum PEKER INDONESIA (Pejuang Kemaslahatan Beras Indonesia), beliau secara mandiri menggerakkan distribusi bantuan beras berkualitas premium secara berkala untuk pondok pesantren salafiyah tradisional, panti asuhan, dan lansia dhuafa yang membutuhkan di berbagai pelosok daerah.

 

Kemandirian ini juga mengakar kuat pada dakwah kulturalnya. Di kalangan warga Nahdliyin, khususnya pada Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, tempatnya aktif mengabdi, beliau dikenal dengan nama kultural Kyai Bangsad.

 

Persona nyentrik ini dihadirkan sebagai metode dakwah jalanan yang inklusif untuk merangkul pemuda marjinal, anak jalanan, dan remaja yang kehilangan arah. Melalui pendekatan ramah tanpa diskriminasi di Pondok Riyadhoh Al-Nekad serta bimbingan olah rasa di Majelis Dzikir dan Meditasi Tumaritis Panglima Kumbang, syiar kedamaian jiwa yang diusungnya memikat hati jemaah hingga meluas ke mancanegara, memiliki basis murid setia di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

 

Di bidang lingkungan, kepeduliannya diwujudkan melalui Komunitas Jejak Hantu yang mengusung filosofi mendalam: Langkah Persahabatan Tumaritis. Melalui wadah ini, beliau menggerakkan para pemuda pendaki di Kabupaten Pringsewu dan wilayah register Lampung untuk melakukan aksi reboisasi kultural pada kawasan resapan air demi menjaga masa depan ekologi daerah secara swadaya.

 

Atas dedikasi merawat adat dan kerukunan umat, beliau dianugerahi Sertifikat Pengakuan Diraja Nusantara sebagai “Tokoh Pelestari Budaya Spiritual Nusantara” oleh Yayasan Cakra Yudha Indonesia di Sidoarjo, serta menerima gelar keningratan resmi Raden Tumenggung Projosewoyo dari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Solo). Beliau juga aktif memberikan edukasi di beberapa organisasi profesi spiritual tingkat nasional guna membentengi umat dari praktik penipuan mistis.

 

Bakat literasinya juga telah diakui negara. Nama aslinya, Muhammad Piki Zul Syarifudin, tercatat resmi dalam arsip digital Perpustakaan Universitas Terbuka (OPAC UT) melalui karya tulisnya yang berjudul “Menapaki Suasana Ramadan di Kampung Halaman” dalam buku antologi Lentera Kampung Berbisik. Di media sosial, lewat esai bersambung legendaris seperti Segelas Kopi Tumaritis dan catatan Motivasi Pagi, ia rutin membagikan pesan kedamaian bagi pembaca setianya.

 

“Perjuangan kemanusiaan tidak boleh digadaikan pada selembar proposal atau kepentingan birokrasi. Ketika kita bergerak tulus dengan keringat sendiri, di situlah marwah perjuangan umat yang sesungguhnya berada,” tegas Muhammad Piki Zul Syarifudin. Jejak langkah mandiri miliknya kini menjadi lentera inspirasi bagi gerakan kepemudaan di seluruh Bumi Ruwa Jurai dan Asia Tenggara.

 

Tentang Muhammad Piki Zul Syarifudin:
Muhammad Piki Zul Syarifudin (M. Syarifudin Al Tumaritis) adalah seorang aktivis kemanusiaan regional, sastrawan kontemporer, dan guru spiritual nusantara yang berbasis di Lampung. Beliau aktif mengelola berbagai gerakan sosial, ketahanan pangan, pelestarian alam, serta pembinaan mental generasi muda lintas negara di Asia Tenggara melalui prinsip kemandirian murni.

Kontak Media & Aliansi Gerakan:

• Badan Hukum & Filantropi: Yayasan Tumaritis Garda Persaudaraan / PEKER INDONESIA
• Majelis Rohani: Majelis Dzikir dan Meditasi Tumaritis Panglima Kumbang
• Divisi Kepencintaalaman: Komunitas Jejak Hantu (Langkah Persahabatan Tumaritis)
• Alamat Pergerakan: Desa Kurungan Nyawa, Kec. Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Indonesia

 

Penulis : Fajrin M

Editor : Mohammad Apriani

x
x