
Tanah Bumbu, FENOMENA.ID – Setelah berhari-hari terlantar di Pelabuhan ASDP Batulicin, 269 pemudik lebaran yang merupakan penumpang KMP Awu-Awu akhirnya berlayar menuju Pelabuhan Garongkong Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Kamis (19/3/2026).
Salah satu pemudik, Sutopo mengaku bersyukur bisa kembali ke kampung halaman setelah sebelumnya terlantar selama 5 hari.
Namun, dia mengaku juga kecewa lantaran memprediksi saat lebaran nanti belum berada di kampung halaman di Sulawesi Selatan.
“Tentu kecewa, yang lain lebaran bersama keluarga, kami masih dalam perjalanan,” resah dia.
Lebih lagi, harapan bisa lebaran bersama keluarga sudah menjadi rencana jauh-jauh hari.
“Cuti lebaran juga banyak terbuang karena tertahan di pelabuhan, sisa bersama keluarga tinggal beberapa hari, harus balik lagi buat kembali bekerja,” sedih dia.
Sementara itu, puluhan aparat kepolisian setempat bersiaga mengawal ketat proses verifikasi 269 penumpang terlantar sebelum naik ke KMP Awu-Awu.
Sekitar Pukul 17.00 WITA, pemudik mulai bergantian memasuki area pelabuhan menuju KMP Awu-Awu.
Petugas terpaksa melakukan pengaturan dengan membagi penumpang menjadi 10 orang setiap rombongan secara bergantian.
Tujuannya, agar tidak terjadi aksi saling dorong dan berdesakan antar pemudik saat memasuki KMP Awu-Awu.
Setelah satu jam, 269 pemudik lebaran akhirnya berhasil masuk ke KMP Awu-Awu dengan lancar.
Sebelumnya, pada Selasa (17/3/2026) dini hari, suasana di Pelabuhan ASDP Batulicin mendadak riuh.
Ratusan penumpang KMP Awu-Awu diturunkan paksa oleh petugas KSOP Kotabaru-Batulicin untuk meninggalkan lambung kapal.
Bukan tanpa sebab, 269 orang terbukti merupakan “penumpang gelap” atau tidak memiliki tiket resmi.
Proses evakuasi terpaksa melibatkan aparat kepolisian setempat lantaran 269 penumpang gelap menolak diusir.
Alasannya, para penumpang mengaku sudah membayar biaya keberangkatan. Bahkan, dengan harga lebih tinggi dari harga tiket resmi.
Tidak melalui loket resmi, namun melalui jalur “ilegal” yaitu jalur orang dalam atau oknum petugas KMP Awu-Awu.
Salah satu penumpang, Nawir, mengaku merasa tertipu. Nawir menyebut oknum berinisial N-N yang merupakan petugas KMP Awu-Awu.
Dia membeberkan, awalnya mendatangi loket resmi untuk membeli tiket KMP Awu-Awu tujuan Barru, Sulsel.
Petugas loket kemudian menginformasikan tiket habis terjual.
Namun, petugas loket mengarahkan untuk menghubungi petugas KMP Awu-Awu berinisial N-N. Hingga, melalui N-N menyetor uang Rp400ribu perorang dengan iming-iming bisa masuk kapal.
Setelah setor, akhirnya bisa melewati petugas jaga pintu masuk KMP Awu-Awu tanpa hambatan meski tidak memiliki tiket resmi.
Namun, setelah 24 jam berada dalam kapal, petugas KSOP Kotabaru-Batulicin bersama aparat kepolisian “mengusir” penumpang tanpa tiket resmi dari lambung KMP Awu-Awu.

