
Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Belajar bahasa Arab tak melulu soal buku, tata bahasa dan aktivitas di ruang kelas. Di Kabupaten Banjar, mahasiswa dari berbagai penjuru Kalimantan menunjukkan bahwa bahasa Arab juga bisa dikemas melalui kompetisi, permainan, kemah hingga ruang bertukar kreativitas.
Hal itu terlihat dalam Kemah Bahasa Arab 2026 yang digelar ITHLA DPW VI Kalimantan bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab STIT Darul Hijrah Martapura.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Pondok Darul Hijrah Cindai Alus, Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat (25/9/2026). Sekitar 125 mahasiswa mengikuti kegiatan yang dibuka langsung Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah, Drs. KH. Muhammad Nasrul Mahmudi.
Ketua Panitia ITHLA DPW VI Kalimantan Selatan, Muhammad Sulaiman Badali, mengatakan kegiatan tahun ini menghadirkan sekitar 11 cabang perlombaan yang terbagi dalam kategori akademik dan nonakademik.
“Tahun ini kami menyediakan sekitar 11 cabang lomba. Ada yang akademik dan ada juga nonakademik,” ujar Sulaiman.
Pada kategori akademik, kemampuan peserta diuji melalui sejumlah cabang yang berkaitan langsung dengan bahasa Arab. Mulai dari Gina’ Araby, Khitobah Arabiyah, Insya, Imla hingga pembuatan teks berbahasa Arab.
Sementara itu, sisi kreativitas dan kebersamaan peserta akan diuji melalui sejumlah kegiatan nonakademik di kawasan Alam Roh, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan.
Mulai dari tarik tambang hingga tebak kosakata bahasa Arab menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Peserta juga akan bermalam di kawasan Alam Roh dalam rangkaian kemah bahasa Arab.
“Kalau untuk yang nonakademik insyaallah dilaksanakan di Alam Roh. Ada tarik tambang, tebak kosakata bahasa Arab dan beberapa kegiatan lainnya,” jelasnya.
Ketua Umum ITHLA DPW VI Kalimantan, Muhammad Ridhani Fitri, mengatakan kegiatan ini diikuti mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi yang tersebar di sejumlah provinsi di Kalimantan.
Peserta berasal dari UIN Antasari Banjarmasin, STIT Darul Hijrah Martapura, IAI Darul Ulum Kandangan, STIQ Rakha Amuntai, UINSI Samarinda, IAIN Pontianak dan UIN Palangkaraya.
“Alhamdulillah kegiatan Kemah Bahasa Arab ini dihadiri mahasiswa pendidikan bahasa Arab se-Kalimantan dari tujuh instansi,” katanya.
Wakil Ketua I DPP ITHLA Indonesia, Said Taufiqurahman Bahsim, mengatakan Kemah Bahasa Arab merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu kegiatan besar organisasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menentukan pemenang lomba. Mahasiswa diberikan ruang untuk bertemu, berdiskusi dan saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan bahasa Arab di kampus masing-masing.
“Tujuan utamanya memang untuk mewadahi bagaimana bahasa Arab ini atau mahasiswa bahasa Arab bisa berkembang, bisa tukar pikiran antarinstitusi dan bisa bersilaturahmi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diperkuat dengan seminar akademik yang menghadirkan narasumber dari Al-Azhar Mesir. Kehadiran narasumber tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan wawasan tambahan mengenai perkembangan dan pembelajaran bahasa Arab.
Bagi ITHLA, pertemuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Sebab, inovasi pembelajaran yang berkembang di satu kampus dapat menjadi inspirasi bagi kampus lainnya. Begitu pula pengalaman mahasiswa selama mengikuti kegiatan dapat dibawa kembali ke lingkungan akademik masing-masing.
Kemah Bahasa Arab 2026 pun tidak sekadar menjadi panggung perlombaan. Dari kemampuan akademik, kreativitas, permainan hingga kehidupan di alam terbuka, seluruh rangkaian kegiatan menjadi cara untuk memperkenalkan bahwa bahasa Arab dapat dipelajari dengan cara yang lebih aktif, komunikatif dan menyenangkan.

