Jakarta, FENOMENA.ID – Pramono Anung dan Foke hadiri Haul ke-85 tahun Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin digelar khidmat di TPU Karet Bivak, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena mempertemukan berbagai tokoh, lembaga adat, serta organisasi masyarakat Betawi dalam satu lokasi.
Acara haul dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta jajaran tokoh adat dan ormas Betawi. Turut hadir Baba Muy Pendiri Silat Betawi Condet Ngedeprok, Bamus Betawi, Laskar Adat Betawi, dan berbagai organisasi Betawi lainnya yang menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi, tahlil, doa bersama, dan tabur bunga di makam Mohammad Husni Thamrin.
Doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar almarhum dalam memperjuangkan hak-hak rakyat pribumi, khususnya masyarakat Betawi, pada masa penjajahan.
Ketua MKB Fauzi Bowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mohammad Husni Thamrin adalah simbol perjuangan dan martabat orang Betawi yang harus terus dikenang dan dijadikan teladan oleh generasi muda.
“Haul ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga menguatkan komitmen kita untuk menjaga nilai perjuangan, persatuan, dan budaya Betawi di tengah perkembangan Jakarta,” ujar Fauzi Bowo.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kekompakan seluruh elemen Betawi yang hadir. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendukung pelestarian budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta.
“Mohammad Husni Thamrin adalah tokoh besar Jakarta. Semangat perjuangannya harus menjadi inspirasi dalam membangun Jakarta yang berkeadilan dan berbudaya,” ujar Pramono Anung.
Kehadiran berbagai perguruan silat Betawi, lembaga adat, dan ormas Betawi dalam satu kegiatan dinilai sebagai simbol kuat persatuan masyarakat Betawi, sekaligus pesan bahwa perbedaan organisasi tidak menghalangi kebersamaan dalam menghormati tokoh pejuang bangsa.
Acara haul ke-85 ini berlangsung tertib, penuh kekhusyukan, dan ditutup dengan doa bersama. Masyarakat berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan penguatan jati diri Betawi di Jakarta.
Mohammad Husni ThamrinP Ialah Pahlawan Nasional Indonesia
Mohammad Husni Thamrin (M.H. Thamrin) lahir di Batavia pada 16 Februari 1894. Ia merupakan tokoh pergerakan nasional asal Betawi yang dikenal berani memperjuangkan hak-hak rakyat pribumi pada masa penjajahan Belanda ujar pak fauzi bowo atau akrab dipanggil bang Foke.
Thamrin wafat pada 11 Januari 1941 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Berlatar pendidikan Barat, Thamrin aktif dalam dunia politik kolonial dan tercatat sebagai anggota Gemeenteraad Batavia serta Volksraad Hindia Belanda. Dalam berbagai forum resmi, ia secara konsisten mengkritik kebijakan kolonial yang diskriminatif, menolak istilah “Inlander”, dan memperjuangkan kesetaraan hukum serta martabat bangsa Indonesia.
Thamrin juga berperan penting dalam menggerakkan Persatuan Kaum Betawi, yang memperkuat kesadaran sosial dan budaya masyarakat Betawi.
Karena aktivitas perjuangannya, ia ditahan oleh Pemerintah Kolonial Belanda dan wafat dalam status tahanan rumah tanpa proses peradilan.
Atas jasa-jasanya, Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Mohammad Husni Thamrin sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Tahun 1964. Namanya kini diabadikan sebagai simbol perjuangan, nasionalisme, dan kehormatan bangsa.






