Tekan Stunting, DKPP Banjar Dorong Ibu Kreatif Olah Ikan Jadi Menu Favorit Anak

Yuanda
14 Okt 2026 17:57
2 menit membaca

Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Banjar tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi pemenuhan gizi, tetapi juga dengan membangun kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga. Salah satunya melalui gerakan gemar makan ikan dengan melibatkan para ibu untuk menyajikan menu yang lebih menarik bagi anak.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Kastolani, mengatakan orang tua memiliki peran penting dalam mengenalkan ikan sebagai sumber pangan bergizi sejak usia dini.

Menurutnya, masih ada anak yang kurang menyukai ikan karena berbagai alasan, termasuk kesulitan saat menghadapi duri ikan dan kurangnya pendampingan ketika makan.

Karena itu, para ibu didorong untuk lebih aktif mendampingi anak sekaligus berkreasi mengolah ikan menjadi makanan yang disukai.

“Kita juga mulai mengajak ibu-ibu membuat makanan olahan dari ikan, misalnya nugget. Jadi, bukan hanya ikan yang disajikan secara langsung, tetapi juga dalam bentuk olahan yang dibuat sendiri,” kata Kastolani.

Ia menjelaskan, DKPP Banjar telah mulai menyosialisasikan pembuatan makanan olahan berbahan ikan dalam sejumlah pertemuan di desa. Langkah ini diharapkan menjadi alternatif bagi keluarga untuk meningkatkan konsumsi ikan dengan cara yang lebih variatif.

Selain faktor kebiasaan, keterjangkauan harga juga menjadi perhatian. Kastolani mengakui tidak semua jenis ikan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mendorong pengembangan budidaya ikan melalui kolam bundar dan sistem bioflok. Metode ini memungkinkan masyarakat membudidayakan ikan tanpa harus bergantung pada aliran sungai.

“Kita tetap mengupayakan ketersediaan ikan yang terjangkau. Salah satunya dengan mendorong pembuatan kolam bundar atau bioflok agar produksi ikan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kastolani menegaskan, sosialisasi gemar makan ikan juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Banjar.

Pemilihan desa sebagai lokasi kegiatan, menurutnya, tidak serta-merta menunjukkan wilayah tersebut memiliki angka stunting paling tinggi. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara merata agar wilayah yang kondisinya relatif lebih baik tidak mengalami peningkatan kasus di kemudian hari.

“Secara umum, angka stunting di Kabupaten Banjar masih menjadi perhatian kita. Bukan hanya daerah dengan angka tinggi yang harus menjadi fokus, tetapi daerah lain juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi peningkatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sosialisasi serupa masih direncanakan berlangsung di sejumlah desa dan kecamatan lainnya, menyesuaikan dengan agenda serta anggaran yang tersedia.

Melalui edukasi gizi, pendampingan orang tua, dan pengembangan olahan ikan, DKPP Banjar berharap kebiasaan makan ikan dapat tumbuh sejak dini sehingga mendukung pemenuhan gizi anak dan upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

 

Penulis.  : Yuanda

Editor.    : Gusdur

x
x