Sepekan! 75 Pasien Jalani Cuci Darah di RSUD Raza Martapura

Gusdur
4 Mar 2026 17:57
3 menit membaca

Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Layanan hemodialisis atau cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha (Raza) Martapura, Kabupaten Banjar, mencatat ada sekitar 75 pasien penderita gagal ginjal jalani cuci darah setiap minggu.

Demi memberikan pelayanan maksimal bagi pasien penderita gagal ginjal kronis, saat ini RSUD Raza Martapura menyediakan 16 mesin dialisis. Dengan penerapan, 14 unit mesin beroperasi dan dua lainnya sebagai cadangan.

Dokter jaga Unit Dialisis, dr Laily Noviani mengatakan, saat ini Unit Dialisis RSUD Raza Martapura melayani sekitar 75 pasien penderita gagal ginjal yang menajalani cuci darah setiap minggu.

Dia menjelaskan, umumnya pasien menjalani prosedur cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu.

“Sekali tindakan, prosesnya antara 4,5 hingga 5 jam, tergantung kondisi pasien,” terang dr Laily di RSUD Raza Martapura, Selasa (3/2/2026).

Jadwal pelayanan cuci darah di RSUD Raza Martapura setiap hari Senin-Sabtu. Pagi dan siang hari, kecuali saat libur Lebaran pertama.

Berdasarkan data, RSUD Raza Martapura turut mencatat pasien penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah tak hanya warga lansia maupun paruh baya.

“Pasien termuda berusia 23 tahun, sedangkan yang tertua mencapai 73 tahun,” beber dia.

Alat Hemodialisis

Menurut dr. Laily, penyakit darah tinggi (hipertensi) dan kencing manis (diabetes) penyumbang terbesar penyebab gagal ginjal hingga pasien terpaksa harus menjalani cuci darah.

Bahkan, ada pasien di RSUD Raza Martapura yang sudah lebih dari 10 tahun menjalani hemodialisis akibat komplikasi hipertensi.

“Cuci darah ini merupakan jalan terakhir bagi pasien dengan gagal ginjal kronis.Sebabnya, pencegahan sejak dini sangat penting,” imbau dr Laily.

Dia menyebut, cara paling efektif mencegah penyakit ginjal adalah dengan menjaga gaya hidup sehat secara konsisten.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain minum air putih 8–10 gelas per hari, menerapkan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi garam dan gula, serta rutin berolahraga.

Bagi penderita diabetes dan hipertensi, pengelolaan kadar gula darah dan tekanan darah agar tetap dalam batas normal sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari rokok dan alkohol. Membatasi konsumsi obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) tanpa pengawasan dokter.

Serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi yang memiliki faktor risiko.

Salah satu pasien asal Binuang, Kabupaten Tapin, Nor Ahdiati (61), mengaku sudah dua tahun lebih menjalani cuci darah akibat penyakit darah tinggi.

Sebelumnya, Ahdiati harus menjalani prosedur cuci darah dua kali dalam seminggu, namun kini frekuensinya berkurang menjadi satu kali seminggu.

“Alhamdulillah sekarang sudah satu kali seminggu. Saya jaga makan ketat dan rutin kontrol,” tuturnya.

Kisah Nor Ahdiati menjadi bukti bahwa disiplin menjaga pola hidup dan pengobatan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal, meskipun tetap harus menjalani terapi dialisis secara berkala.

x
x