Produksi Beras Surflus, Stok Pangan Kabupaten Banjar Aman hingga Oktober 2027

Gusdur
14 Mar 2026 15:36
2 menit membaca

Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar memastikan ketersediaan pangan di Kabupaten Banjar masih dalam kondisi aman meskipun sempat terdampak banjir pada awal tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Sipliansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi terhadap potensi dampak banjir, khususnya pada komoditas pangan masyarakat.

Menurutnya, sebagian besar hasil panen padi masyarakat telah diamankan lebih dulu dengan memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi sehingga tidak terendam banjir.

“Sebagian besar gabah sudah dipanen dan disimpan oleh masyarakat. Jadi saat banjir datang, banyak hasil panen yang sudah diamankan di tempat yang lebih tinggi,” ujarnya jum’at (13/3/2026)

Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara dari sektor pertanian, produksi padi di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 186.668 ton. Namun angka tersebut masih menunggu rilis resmi dari Badan Pusat Statistik karena lembaga tersebut merupakan pihak yang berwenang merilis data produksi pertanian.

Dari total produksi tersebut, setelah dikurangi kebutuhan benih, susut panen, pakan ternak serta kebutuhan industri, maka diperoleh produksi gabah kering giling sekitar 173.041 ton.

Jika dikonversikan menjadi beras, ketersediaan pangan Kabupaten Banjar untuk tahun 2026 diperkirakan mencapai 107.226,02 ton.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Banjar dalam setahun diperkirakan sekitar 56.169,42 ton.

“Artinya kita masih mengalami surplus sekitar 51.056 ton. Jika dirasionalkan, perbandingan ketersediaan dengan kebutuhan mencapai 1 banding 1,91,” jelas Sipliansyah.

Dengan kondisi tersebut, stok beras Kabupaten Banjar diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar Oktober 2027.

Ia juga menyebutkan bahwa produksi pangan daerah tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga ikut memasok ke sejumlah daerah lain seperti Banjarmasin, Banjarbaru, hingga ke beberapa provinsi di Kalimantan.

Selain sektor pertanian, sektor perikanan di Kabupaten Banjar juga menunjukkan kinerja positif. Produksi ikan budidaya pada tahun 2025 tercatat mencapai sekitar 55 ribu ton, dengan komoditas utama seperti ikan patin, dan nila.

Meski sempat terdampak banjir, Sipliansyah menilai produksi perikanan secara umum masih relatif aman karena banyak pembudidaya menggunakan sistem keramba jaring apung, sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi banjir.

“Alhamdulillah, produksi perikanan kita tetap berjalan baik. Bahkan tahun lalu Kabupaten Banjar mendapat penghargaan dari provinsi sebagai daerah dengan produksi budidaya ikan terbesar se Kalsel,” pungkasnya.

x
x