Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Dinas Pertanian Pemkab Banjar melalui Kepala Bidang Penyuluhan, Sri Retno Muwarni memastikan kurangnya jumlah tenaga penyuluh yang ada di kabupaten berjuluk Serambi Mekkah.
“Tidak Ideal,” kata dia di ruang kerjanya, kamis (16/1/2025).

Menurut dia, dengan jumlah 277 desa di Kabupaten Banjar, paling tidak satu penyuluh setiap desa.
“Saat ini hanya ada 187 tenaga penyuluh pertanian yang tersebar di 20 kecamatan,” beber dia.
Saat ini, ucap dia, Pemkab Banjar terpaksa menutupi kekurangan dengan merekrut tenaga penyuluh sukarelawan yang berasal dari petani.

“Tenaga penyuluh swadaya ini bekerja tanpa dibayar,” ucap dia.
Data dari Retno, saat ini ada 126 tenaga penyuluh swadaya yang aktif di lapangan.
“Tenaga penyuluh pertanian ini memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah daerah dengan petani,” sebut dia.

Lebih lagi, jelas dia, melalui pendampingan tenaga penyuluhan ini petani mendapatkan informasi terkait program-program pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
“Sangat berharap ini menjadi perhatian, agar setiap desa memiliki tenaga penyuluh pertanian,” lebih dia.
Dari data Dinas Pertanian Pemkab Banjar, pada Tahun 2024 terdaftar 2.349 kelompok tani.
“277 gabungan kelompok tani (Gapoktan),” ungkap dia.
Jumlah tersebut, mengalami kenaikan jumlah dibanding sebelumnya, yaitu 2.310 di Tahun 2023.
“Idealnya satu penyuluh mendampingi delapan kelompok tani,” jelas dia.
Terkait kekurangan 100 lebih tenaga penyuluh pertanian, Retno memastikan sudah mengusulkan penambahan ke pemerintah daerah.
Terakhir, Tahun 2023 dapat tambahan 33 tenaga penyuluh berstatus PPPK, sementara Tahun 2024 belum mendapat penambahan.
“Semoga di tahun 2025 ini bisa terpenuhi jumlah ideal tenaga penyuluh pertanian kita,” harap dia.
Penulis : Gusdur
Editor : Muhammad Apriani