Kekeringan, 72 Desa di Banjar Krisis Air Bersih

Yuanda
13 Okt 2026 22:44
2 menit membaca

Kabupaten Banjar, FENOMENA.ID – Warga di 72 desa yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Banjar menghadapi dampak kekeringan. Di saat kebutuhan air bersih meningkat, distribusi bantuan air oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar justru semakin jarang, dari empat hari sekali menjadi delapan hari sekali.

Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, BPBD Banjar telah menyalurkan 3.245.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Kondisi ini menjadi salah satu perhatian utama dalam Rapat Koordinasi (Rakoor) Mingguan Pemerintah Kabupaten Banjar di Aula Barakat, Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (12/10/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengungkapkan bahwa ancaman kekeringan berlangsung bersamaan dengan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data terbaru, karhutla telah berdampak pada 197 desa di 19 kecamatan dengan luas lahan terbakar mencapai 6.300 hektare.

Melihat perkembangan tersebut, BPBD mengusulkan peningkatan status penanganan dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat mobilisasi personel dan sumber daya untuk menghadapi dua bencana tersebut.

“Status tanggap darurat direncanakan mulai 14 hingga 28 Oktober 2026 atau selama dua minggu. Rencana operasi dibagi menjadi dua klaster dengan pembiayaan melalui APBD,” kata Wasis.

Dalam rencana operasi itu, Pemkab Banjar menyiapkan 150 personel gabungan yang terdiri atas TRC, DPKP, relawan, TNI/Polri, dan unsur lintas sektor lainnya.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur meminta seluruh camat segera berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk memetakan kebutuhan serta menentukan langkah penanganan di wilayah masing-masing.

Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah agar upaya di lapangan berjalan terarah dan tidak tumpang tindih.

Selain penanganan karhutla dan kekeringan, Saidi turut menyoroti pentingnya memperkuat komunikasi antarsatuan kerja dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Ia berharap seluruh SKPD mengurangi ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi agar penanganan bencana serta pelayanan masyarakat dapat berjalan optimal.

Dengan rencana peningkatan status darurat dan pengerahan 150 personel, Pemkab Banjar berharap penanganan karhutla dan kekeringan dapat dilakukan lebih terkoordinasi di tengah meluasnya dampak bencana.

 

Penulis    : Yuanda

Editor      : Gusdur

x
x