
JAKARTA, FENOMENA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Festival Bandeng di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat, dan menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menata Kawasan Wisata Budaya Rawa Belong pada 2026.
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan penataan dilakukan melalui kolaborasi Dinas Kebudayaan dan Dinas UMKM guna memperkuat identitas Rawa Belong sebagai sentra budaya Betawi sekaligus pusat kuliner bandeng di Jakarta.
“Kita tidak hanya ingin pesta bandeng tiap tahun. Tahun 2026, kawasan ini mulai kita tata sebagai Kawasan Wisata Budaya Rawa Belong,” ujar Pramono di hadapan warga.
Menurutnya, ada tiga fokus utama pengembangan kawasan tersebut. Pertama, menjadikan Rawa Belong sebagai pusat kuliner bandeng, baik bandeng hias maupun bandeng presto, sehingga menjadi destinasi utama masyarakat yang mencari olahan bandeng di Jakarta.
Kedua, peningkatan akses dan integrasi transportasi umum menuju kawasan Pasar Kembang dan lokasi festival. Pemerintah Provinsi DKI, kata dia, telah mengecek kelancaran akses angkutan umum agar pengunjung dari luar Jakarta dapat datang dengan mudah tanpa terkendala kemacetan.
Ketiga, pelatihan digital bagi pelaku UMKM. Pemprov DKI akan memberikan pendampingan kepada para pedagang bandeng agar dapat memasarkan produknya melalui platform digital dan aplikasi daring, sehingga jangkauan pasar semakin luas.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyinggung tradisi “nyorong bandeng” yang menjadi bagian dari budaya Betawi. Ia menegaskan bahwa tradisi memberikan bandeng sebagai simbol penghormatan dan perekat silaturahmi antarwarga harus terus dilestarikan.
“Rawa Belong ini jantungnya budaya Betawi. Kita punya silat, punya bunga, punya bandeng. Kalau ketiganya kita jaga bersama, ekonomi warga pasti naik,” katanya.
Ia mengajak warga untuk menjaga kebersihan kawasan dan menyambut tamu dengan keramahan khas Rawa Belong, sehingga kawasan tersebut dapat berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner yang berkelanjutan.
Festival Bandeng Rawa Belong sendiri menjadi agenda tahunan yang selalu menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan berbagai olahan bandeng serta menampilkan tradisi khas Betawi.
Penulis : Fajrin Mulis
Editor : Mohammad Apriani