
Jakarta, FENOMENA.ID – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali mengukuhkan eksistensinya di kancah nasional dengan meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya.
Penghargaan bergengsi ini diterima oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Yulian Herawati, dalam acara penganugerahan resmi yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (27/01).
Capaian ini menjadi bukti konkret dedikasi pemerintah daerah dalam menjamin akses kesehatan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bumi Bersujud.
Penghargaan yang diberikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah pusat bagi daerah yang memiliki komitmen kuat terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kabupaten Tanah Bumbu dinilai sukses melampaui standar nasional dalam cakupan kepesertaan dan tingkat keaktifan masyarakat.
Sekretaris Daerah Yulian Herawati menyatakan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi besar bagi jajaran pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas perlindungan kesehatan secara optimal.
Capaian Tanah Bumbu dalam meraih kategori Madya ini tergolong luar biasa di antara 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota se-Indonesia.
Berdasarkan data per 1 Januari 2026, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Tanah Bumbu telah menyentuh angka 100 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 88 persen.
Angka tersebut melampaui syarat minimal kategori Madya, yakni kepesertaan 99 persen dan keaktifan 85 persen.
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Adi Suci Guntoro, turut mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah yang telah memastikan setiap warga memiliki jaminan kesehatan yang aktif.
Keberhasilan ini selaras dengan visi Bupati Andi Rudi Latif, A.Md.T, SH, MM, yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan manusia di Tanah Bumbu.
Dengan diraihnya UHC Award 2026, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan posisinya sebagai daerah yang responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah berkomitmen bahwa pencapaian ini bukan sekadar seremoni, melainkan landasan untuk memastikan tidak ada lagi warga yang terkendala akses pengobatan, demi mewujudkan masyarakat Tanah Bumbu yang lebih sehat dan sejahtera.

