filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.51054686, 0.49057886);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 46;Jakarta, FENOMENA.ID – Tokoh masyarakat Biem Benjamin menegaskan pentingnya peran Organisasi Gerakan Rakyat sebagai wadah perjuangan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah forum diskusi yang membahas penguatan peran rakyat dalam mendorong perubahan sosial dan politik.
Acara ini dihadiri beberapa tokoh masyarakat, Baba Muy guru besar silat Betawi condet ngedeprok, padepokan silat Betawi lainnya dan mantan anggota DPR RI.
Biem benjamin menilai bahwa organisasi gerakan rakyat tidak boleh berhenti pada aktivitas simbolik, melainkan harus mampu bekerja secara nyata di tengah masyarakat.
“Gerakan rakyat itu harus hidup bersama rakyat, mendengar keluhan mereka, dan memperjuangkannya secara konsisten,” ujar Biem Benjamin.
Menurutnya, kekuatan utama organisasi gerakan rakyat terletak pada soliditas, keberanian bersuara, serta komitmen untuk tetap independen dari kepentingan sempit.
Ia menekankan bahwa tanpa integritas, gerakan rakyat akan kehilangan kepercayaan publik.
Secara tidak langsung, Biem Benjamin juga mengingatkan agar organisasi gerakan rakyat tidak dijadikan alat politik sesaat.
Ia menilai, ketika gerakan rakyat hanya dijadikan kendaraan kepentingan tertentu, maka tujuan perjuangan akan bergeser dan menjauh dari aspirasi masyarakat.
“Kalau gerakan rakyat hanya muncul menjelang momentum politik, itu bukan gerakan, tapi kepentingan,” tegasnya.
Biem berharap Organisasi Gerakan Rakyat ke depan mampu menjadi penyeimbang kekuasaan sekaligus pengawal kebijakan publik, sehingga suara rakyat tidak lagi terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan.
Penulis : Fajrin Mulis
Editor : Mohammad Apriani

